Thursday, November 23, 2006

Traveling alone is traveling within

Kata-kata itu pernah saya baca di karyanya Desi Anwar saat launch bukunya di Senayan City. Dan baru saja saya membaca kata-kata Seno Gumira,”Perjalanan adalah penjelajahan ke dalam diri sendiri”. Apakah ini petanda saya harus segera melakukan perjalanan? Maunya, tapi duit dari manaaaaa? Jadi daripada pergi jauh-jauh dan harus bayar pula, mending liat pameran interaktif keramik di Japan Foundation aja, gratis! Hehe…

Di tempat yang seharusnya menjadi perpustakaan dan galeri, perupa Miyuki Anai dan Kurniawaty Gautama, mengubahnya menjadi seperti ‘backyard’ alias halaman belakang rumah-rumah di Jepang. Daun-daun kering sengaja dibuat berserakan seperti di taman, mengelilingi beberapa catur jawa dan congklak dari tanah liat yang siap dan boleh dimainkan siapa saja. Di atasnya tergantung awan-awan, bintang-bintang dan bulan sebagai tempat para pengunjung menggantungkan kertas bertuliskan harapan mereka.

Di sana saya berhasil mengurangi ketakutan saya terhadap kodok. Meski dari tanah liat, saya tadi memegangnya! Itu karena kodok-kodokan itu divisualkan berlomba-lomba memasuki rumah-rumah sambil bermain, menyimbolkan manusia yang mencari kedamaian di suatu tempat tidak lagi dengan cara berjalan atau berlari namun melompat! Agar tidak menjadi kodok (katak) dalam tempurung yang selalu dalam kepenatan dan rutinitas namun menjadi seseorang yang selalu bugar dan mengisi hari-hari dengan hal yang positif dan menyenangkan. Walau siang bolong, hati serasa temaram…

Selain itu walau di dalam gedung dan dalam ruangan yang kecil, saya bisa merasakan besarnya pesan yang ingin disampaikan penciptanya. Mereka berhasil menyentuh dan membawa saya pergi dari lantai 2 gedung Summitmas 1 ke ujung hati paling dalam untuk mengambil kembali harapan dan mengajak saya untuk menggantungkannya kembali ke tempat yang tinggi namun tetap dapat diraih pada saatnya nanti.

Lezat sekali makan siang hati saya hari rabu ini, jadi mau lagi, tapi kalau bisa jangan yang imitasi, pengen banget bisa ketemu samurai asli.

Monday, November 13, 2006

be present

Postingan ini sebenarnya udah agak lama ada di draft, belum selesai2. Tapi kemarin tiba-tiba dapat tambahannya, jadi coba diselesein tapi ternyata kalau nunggu selesai kayaknya nggak akan selesai-selesai, hehe…

be present. Dua orang creative director udah bilang itu langsung ke gw. Dan baru aja Beau Burroughs bilang itu ke Sarah Jennings. Walau bisa aja dia bilang gitu cuma trik buat bikin tenang Sarah so he can get laid with her. But either way, it’s still a good thing.

Di hari kerja, gw biasanya udah nyiapin rencana buat weekend mau ngapain aja. Mulai dari hari Sabtunya mau bangun jam berapa sampai nentuin hari seninnya akan ijin masuk siang atau malah sekalian cuti mendadak karena kebayang pasti akan capek banget ngelakuin semua rencana itu. Tapi biasanya yang terjadi adalah Sabtunya seharian tidur-makan-nonton tv series-makan-tidur lagi. Terus minggunya paling nemenin nyokap belanja ke some hypermart atau ITC-ITC. Bukannya recharge malah tambah capek.

Bandingkan sama yang ini. Di hari kerja berangkat agak pagian (walaupun malemnya baru pulang jam 2) dan ngedatengin bank yang nggak ada di jalur menuju kantor. Terus membagi-bagi uang gajian/honor SJ-an yang ada di bank tersebut ke dua account yang berbeda di dua bank lainnya. Lagi ngantri tiba-tiba ketemu junior kuliah dulu yang sekarang kerja di USAID. Tanpa sengaja jalur ke NGO pun terbuka, padahal selama berbulan-bulan berusaha menghubungi teman yang lain yang juga kerja di NGO dan belum pernah berhasil.

Atau kalau lagi badung dan nggak terlalu banyak kerjaan, naek feeder busway dari BTC jam 9 dan sampai di Plasa Senayan pas mereka baru buka. Abis itu ubek2 Kinokuniya sampai pusing ngebacain judul dan sinopsis buku satu-persatu dan tanpa sadar ngabaca lagi yang awal-awal tadi udah pernah dilihat dan baca. Tapi disaat lagi pusing-pusingnya, trilogy Griffin & Sabine yang bertahun-tahun dicari nggak dapet-dapet (bahkan yang minjemin buku itu pertama kali ke gw juga belum dapet sampai sekarang) muncul di depan mata, langsung deh ngambil tanpa mikir harus kehilangan 600rb (but i really felt worth for it).

Terus disaat weekendnya. Pagi-pagi milih salah satu nomor telepon perempuan cantik di phone book dan ngajak dia jalan. Walaupun nggak bisa dapet malam minggunya karena dia pasti kencan sama pacarnya, tetap aja seru. Sesampainya di rumah tiba-tiba saja kepikiran sesuatu dan langsung menulisnya walau itu berarti belum ganti baju dan makan. Dalam waktu setengah hingga satu jam langsung jadi satu cerpen baru, meski anehnya tema cerpennya kematian.

You see, I’m starting to live my life again by being present, or present man that is. Karena kalau dilihat-lihat dari kata-nya sendiri sebenarnya secara tersirat kata itu sudah menyampaikan makna dalamnya. Nih ya, selain berarti SAAT INI, present kan memiliki arti lain sebagai HADIAH. Dan bila arti harafiahnya digabungkan, present pun akhirnya mengandung arti bahwa MENIKMATI SAAT INI ADALAH SEBUAH HADIAH. Hehe…tau deh bener atau nggak.

Anyway, cobain deh, be present, jangan terlalu pusing sama masa depan apalagi masa lalu. Toh kita nggak akan bisa membeli waktu. So, selamat menikmati hari ini ya dan pastikan untuk dapat menikmatinya, asal jangan keterlaluan aja.

Carpe diem friends! Carpe diem!


Note:
Beau Burroughs is Kevin Costner and Sarah Jennings is Jennifer Aniston in Rumor has it…

Friday, November 10, 2006

Pahitnya (Nonton) Jomblo Lagi

Meskipun nggak suka kopi, tapi gw suka film ini karena membuat gw merasakan kembali kepahitan. Biarpun udah nonton berkali-kali, tetep aja hati gw terasa ditusuk-tusuk dan perasaan ditendang-tendang, nyebelin. Jadi karena itulah gw putuskan buat nonton sekali lagi di VCD, hehe...Hasilnya? Ada yang terasa tusukannya malah makin dalem tapi ada juga yang tendangannya lebih pelan. Here’s some of them why

Logatna, euy…
Dulu tuh gw benci bgt gaya bicara Ringgo. Saking bencinya sampe nggak pengen temenan sama siapapun yang berlogat kayak gitu (dan ingat gw kuliah dimana?). Jadilah gw susah dapet temen dan nggak bisa belajar bener-bener bahasanya. Sampe akhirnya diajarin untuk mengerti logat itu sama si “Agus” gw itu (bukan, bukan perihal gay atau semacamnya, cuma analogi aja, nanti juga ngerti) dan sampe sekarang gw pun menjadi sering berlogat seperti itu, dan belum tahu gimana cara ngilanginnya.

Karakter yang mewakili
Sebenarnya sih dia bukan kayak Agus yang smart & funny gitu. Aslinya dia lebih kayak Asri yang memenuhi criteria semua orang sebagai seseorang yang cantik digabung sama kepribadian kayak Rita yang keibuan dan penuh perhatian.
Karakter Doni juga terasa deket. Sahabat gw waktu kuliah adalah sex master of multiple girls, hehe tapi sayang nggak bisa meraih gelar grand master karena sekarang punya gelar lain yang abadi, MBA. Tapi pada dasarnya sekarang ini mereka sama, dewasa karena sering bercinta, hahaha….

Exact moment
Yang Ultimate adalah adegan yang suasana dan tokohnya selalu berubah sendiri setiap kali nonton lagi, yaitu waktu dia jadi Agus di Gumati (waktu itu di café roti) dan gw jadi…Lani.

Nyesel juga dulu nonton film ini pertama kali nggak bareng “Agus” gw itu. Padahal dia dulu ngotot ngajak nonton bareng walaupun sebelumnya dia udah nonton sama pacarnya, “filmnya kita banget,” katanya. Yah siapa tahu kalau nonton bareng bisa ada kejadian yang merubah keadaan sekarang? hehe...
Oh, well…the past surely never dies and it definitely kills...

Thursday, November 09, 2006

What’s up on me? #1

Sebagian orang kini jarang catching up lagi dengan teman-temannya karena alasan waktunya tersita oleh kerjaan. Mereka kemudian mengandalkan blog milik temannya untuk mengetahui kabar terbaru tanpa harus menghubungi atau bertemu. Begitu juga dengan gw, hehe…Tipe-tipe yang masih selalu bertanya kapan pekerjaan bisa berhenti jadi alasan setiap ada yang ngajak jalan atau sekedar ketemuan.

Tapi ternyata buat gw setiap saat melihat sesuatu yang baru dan menuliskannya di blog juga bukan hal yang sempat untuk dilakukan, kadang hanya sempat menulisnya di journal tanpa edit namun dilindungi password. Tapi ya itu, yang tahu cuma gw sendiri. Sedangkan gw nggak (mau) idup sendiri di dunia ini, Superman aja nggak tahan, gimana gw?

Nah, karena itu gw sekarang mau bikin daftarnya (diusahakan diupdate per minggu, kalau nggak ya per bulan aja yak). Daftar yang isinya hal-hal terbaru yang gw dapet atau baru kembali gw lakukan. Kalau tertarik sama detailnya silakan melakukan usaha yang lebih ya jangan cuma gratisan baca aja, hehehe…

Here’s the list:

Ponsel 3G, Sony Ericsson K608i. Murah dan terbukti udah bisa dipake buat video call, tapi belum tahu caranya nonton tv.

Dua buku kumpulan cerpen Kompas, Jl, Asmaradhana sama Riwayat Negeri yang Haru. Dua-duanya belum sempet dibaca.

Baru selese baca Batman, A Death In The Family. Ternyata pembaca komik tahun 80-an sadis2, hehe…”Robin died by the readers, not the writers”

Dua mainan yang menghabiskan 5 giga ibook gw, Call of Duty 2 sama Football Manager 2007. Mereka memaksa gw mengusir Miyabi dari hardisk dan pindah ke dalam 3 keping CD (hehe, lumayan banyak ya).

Shaver BrAun. Lebih bersih dari sebelumnya dan lebih gampang dibersihinnya. Sayang masih pakai batere, bukan listrik (abis yg listrik mahal bgt, di atas 1 juta).

Bercinta tanpa rasa.

Dua cerpen selesai, Kado sama Takdir Takbir. Tapi belum bisa wrap, masih mau diedit lagi dikit.

Dua program TV lahir, belum selesai tapi. Rencanya mau gw ajuin ke om gw sang Eksekutif Produser di salah satu stasiun tv dan PH.

Side Job translate-an.

CD player Philips. Beli ini di Electronic Solutions cuma karena modelnya keren. Tapi ternyata suaranya bagus dan bisa ditempel di tembok saking tipisnya! Bener-bener keren! Tapi itu berarti tambah lagi beban cicilan yang harus gw bayar…*sigh*

Bola-bola Speedball penyangga ibook.

Club 8 di itunes jadi ada tiga album. Nouville, The Friend I Once Had sama Strangely Beautiful. Album yang terakhir bagus banget.

Mouse putih Mediatech. Cukup efektif untuk memenangkan pertempuran di Call of Duty 2, hehe..

CSI season 6, Thank You for Smoking, The Lake House, The Girl in The Café, 36, The Unfinished Life. DVD-DVD yang terakhir gw beli dan tonton.

Setelah namatin Star Trek: Encounter, gw beli God Hand. DVD PS2. Ini side storynya Jin di Tekken. Seru dan menghibur. Kita bisa bikin jurus sendiri.

Huff..ternyata lumayan banyak ya. Itu pun baru material aja. Belum mengenai hubungan, pengetahuan, gosip, keyakinan, dll. Sepertinya nggak akan cukup kalau ditulis semua. Tapi namanya juga usaha, siapa tahu abis ini ada yang ngajak ketemuan, huehehe…