Tuesday, December 25, 2007

Mas Kris

Pernah mengirim ucapan Selamat Natal yang jujur? Yang benar-benar dari hati terdalam bukan karena ritual atau karena cewek yang beda agama itu cakep banget?

Sebenarnya seperti apa sih ucapan Selamat Natal yang berasal dari hati terdalam? Is such thing even exist?

Buat yang berprofesi sebagai konsultan komunikasi seperti saya (cieh) harusnya tahu (d'oh!). Setahu saya, belum pernah saya mengirimkannya. Tapi toh yang penting sudah berniat melakukannya, lumayan kan dapat pahala.

Berhubung penasaran belum ada obatnya, jadilah hari ini, sudah beberapa hari terakhir sih, saya bingung mau bikin ucapan seperti apa. Dan kemudian karena sudah deadline dan belum nemu racikan yang tepat, jadilah saya menggunakan format ucapan general yang aman. Yang penting feelnya masih "memberi kedamaian", ya nggak? Pasti iya lah, kan lagi Natal.


May the peace and joy of Christmas be with you today and always...


...or you know, not, hehehe...Merry Christmas!

Sunday, December 23, 2007

Fuck-a-tion

Bagi sebagian dari kalian yang jarang menonton tv lokal dan liburan ini jadi memiliki kesempatan menontonnya, terasa kayak buang-buang waktu nggak? Harga waktu terasa melonjak naik apabila harus ditukar dengan menonton sinetron murahan, infotainment memalukan, variety show membosankan, berita-berita kriminal menyeramkan, kontes-kontes memuakkan, dan iklan-iklan diantaranya yang menyedihkan.

Sehari-hari saya masih perlu sempatkan diri menonton tv lokal sebagai referensi, though it’s a bad one. Tapi, karena sekarang lagi liburan, jadi tidak ada keharusan bagi saya untuk menontonnya, hahaha…senangnya.

Berita terbaru saya bisa baca melalui koran dan internet, bahkan yang seram-seram tersedia dengan bahasa sehari-hari yang penuh typo di dalam Pos Kota. Tidak perlu menonton paket berita dengan gambar low-res dan kesalahan dalam pelafalan bahkan pengetikan di running text. Meskipun kadang kangen juga melihat Frida Lidwina atau sekedar pengen tahu sekarang Zelda bawain acara apa.

Hiburan? Berseri-seri House MD dan film dalam bentuk DVD bajakan menyelesaikan masalah sambil make a stand against capitalism. Ribuan musik siap di download meski sekarang search engine music multiply sudah dihapuskan. Belum lagi bloopers House dan video-video ajaib yang sangat menarik di youtube dan siap diunduh menggunakan keepvid. Tentu saja masih ada YMan, blogger, multiply dan facebook yang tidak pernah membosankan.

Yang paling menyenangkan dari semuanya adalah saya menjadi punya waktu untuk membaca. Semua itu kalah serunya dibandingkan membaca buku bagus sambil tidur-tiduran dan menuliskan kata-kata baru atau yang punya arti lucu dalam satu file lalu ketiduran saat meresapi makna ceritanya.

And so, just look at that, I can still be happy for myself though I can’t go to another continent to feel the snow. So pathetic, isn’t it?

What a lame holiday.

Entry ke-100

So what?

Tuesday, December 18, 2007

Thursday, December 06, 2007

Who’s The Master?

Dalam sebuah pembicaraan saya dengan seorang sahabat, diantara topik flow offline dan super video presentasi side job, terselip sebuah topik yang sepertinya tidak akan pernah selesai yang dalam beberapa tahun terakhir ini selalu menjadi pembahasan antara saya dan dia yaitu, who’s the master?

Seperti misalnya,
Saya : mungkin kalo dulu cewek-cewek di Bandung disuruh baris, setengahnya pasti membentuk barisan mantan loe
Sahabat : mungkin, tapi setengahnya lagi pasti jadi barisan cewek yang pernah loe **i
Saya : rese. Hmm…kira2 ada yang berdiri di irisan dua barisan itu nggak ya?
Sahabat : Mudah2an aja nggak…
Saya : Mana mungkin gw nyamain master...

Setelah itu dia pun selalu menghindar dan mengatakan kalau sudah memberikan gelarnya kepada saya. Saya kemudian bilang saya tidak pernah mau menerima gelar itu. Dia pun membalas kalau dia juga tidak pernah menyandang gelar itu. Dan terus begitu hingga salah satu dari kami harus kembali fokus ke kerjaan, makan siang atau mau pulang.

Kantor Baru

Setiap orang yang saya kasih tahu pindah ke mana, jidatnya pasti mengerut dan mengeluarkan pertanyaan yang tiba-tiba semua orang tanyakan,”kok kesitu?”

Kemudian saya akan menilai seberapa dekat hubungan saya dan orang yang bertanya itu, kalau cukup dekat saya akan menjelaskan, tapi kalau tidak, saya pasti menjawab,”Kok loe nanyanya gitu?”

Nah jawaban orang-orang setelah ditanya seperti itu yang cukup menarik. Aneh-aneh jawabannya: “ya abis aneh aja”, “bukannya loe tinggal pilih ke mana aja loe mau?”, “kan itu nggak tambah deket ke rumah loe”, “pasti duitnya gede bgt tuh”, “secakep apa cewek cakepnya di sana?”, “loe dah beneran gila ya”, “apa lagi yang loe cari sih?”

Yang lain sih ternyata nggak penting-penting amat, tapi yang terakhir itu menarik. Kesannya saya sudah mendapatkan semuanya, adalah menyebalkan diliat sebagai orang yang seperti itu. Namun pertanyaan itu berhasil masuk ke dalam pikiran tidak sadar saya.

Jawabannya: masih banyak, sangat banyak, makanya saya pindah.

Ke mana? Ke sini
burat@advantage.web.id