Dalam sebuah pembicaraan saya dengan seorang sahabat, diantara topik flow offline dan super video presentasi side job, terselip sebuah topik yang sepertinya tidak akan pernah selesai yang dalam beberapa tahun terakhir ini selalu menjadi pembahasan antara saya dan dia yaitu, who’s the master? Seperti misalnya,
Saya : mungkin kalo dulu cewek-cewek di Bandung disuruh baris, setengahnya pasti membentuk barisan mantan loe
Sahabat : mungkin, tapi setengahnya lagi pasti jadi barisan cewek yang pernah loe **i
Saya : rese. Hmm…kira2 ada yang berdiri di irisan dua barisan itu nggak ya?
Sahabat : Mudah2an aja nggak…
Saya : Mana mungkin gw nyamain master...
Setelah itu dia pun selalu menghindar dan mengatakan kalau sudah memberikan gelarnya kepada saya. Saya kemudian bilang saya tidak pernah mau menerima gelar itu. Dia pun membalas kalau dia juga tidak pernah menyandang gelar itu. Dan terus begitu hingga salah satu dari kami harus kembali fokus ke kerjaan, makan siang atau mau pulang.
No comments:
Post a Comment