Tas berat kupangku
Di ujung alumunium berbentuk bangku
Berpikir mencoba mengartikan
Arti diacuhkan dan dilupakan
Sepasang kekasih melewatinya
Seorang ekspat dan pribumi juga
Bahkan ibu yang kerepotan dengan belanjaan
Semua masuk ke taksi biru
Sedihku tak terlihat mata
Hati teriris berkaca-kaca
Saat mata dan hati jelas melihat
Hijaunya taksi berubah biru
Ya, hijau aku tahu
Walau biru yang selalu dimau
Kutawarkan rumahku tujuan mengantar
Ia pun lama menatap tajam…
Hingga terucap kata terisak dari mulutnya
“Te-te-rima ka-sih…”
Tuesday, December 19, 2006
Tuesday, December 12, 2006
Your Last Birthday
Tiga tahun sudah kita tak bertegur sapa, kecuali di hari masing-masing kita lahir. Setiap tahun, ucapan selamat menjadi sangat berharga. Andai bisa lebih, andai bisa jadi lebih berarti.
Dan sepertinya ini adalah kali terakhir, karena berikutnya bisa menjadi dosa. Bukan berarti arti dirimu berkurang, tetap sama selamanya, satu-satunya, tapi memang selamanya kita takkan bersama.
Teruslah menjadi bintang, walau kau menetap di langit orang lain. Karena itu adalah yang terbaik.
Selamat Ulang Tahun.
Dan sepertinya ini adalah kali terakhir, karena berikutnya bisa menjadi dosa. Bukan berarti arti dirimu berkurang, tetap sama selamanya, satu-satunya, tapi memang selamanya kita takkan bersama.
Teruslah menjadi bintang, walau kau menetap di langit orang lain. Karena itu adalah yang terbaik.
Selamat Ulang Tahun.
Tuesday, December 05, 2006
Goes without saying
That’s what happened last night. Dia suka baca, Tim Burton pula. Dia juga download soundtrack Before Sunset di Limewire (tapi gw lebih lengkap donk), tidak suka Superman Returns karena ceritanya, bukan cuma karena make upnya Superman yang ketebelan dan dia pindah kerja karena 2 tahun gajinya nggak naik banyak. She‘s just like me, only prettier, hehe… What’s her name? I don’t know, I didn’t hear when she said it. I could’ve asked, but I was too scared, she’s older, that makes her more perfect (I always got a thing for older women). Yes, I got a crush on her.
You give me something that makes me scared all right
This could be nothing but I’m willing to give it a try
Please give me something, cos someday I might know, my heart
You give me something that makes me scared all right
This could be nothing but I’m willing to give it a try
Please give me something, cos someday I might know, my heart
Monday, December 04, 2006
Before Sunseting Again
Setelah beberapa kali tersedak di Kill Bill 1 & 2 dan tergelitik di Matrix 1, 2 & 3, akhirnya tetap Before Sunrise & Before Sunset jawaranya di weekend ini. Dua film itu menstimulasi terbentuknya dua file scribbles dan tentu saja tulisan ini juga sebagai karya ketiga. Sebenarnya lebih ke Before Sunset, lebih terasa faktual dibandingkan Before Sunrise. Atau mungkin juga karena Before Sunset adalah gambaran harapan yang masih saya tunggu akan terjadi. Entah, biar si alam bawah sadar saja yang menikmatinya.
Apa yang saya cari di film-film berseri itu? Self Esteem of course. Di sela-sela membuat presentasi untuk anak kampus 9 Desember nanti dan menemani keponakan ke Dufan, saya masih butuh kontemplasi. Dan apa yang berhasil saya temukan? Petikan favorit saya berubah! Kalau terakhir nonton adalah ini:
“I guess when you're young, you just believe there'll be many people with whom you'll connect with. Later in life, you realize it only happens a few times”
menjadi ini:
“… the true work of improving things is in the little achievements of the day, and that’s you need to enjoy, just to stay in that feel.”
The weird thing is I really don’t know what exactly the changing means, only I felt so relieved. I guess contemplating and sex are the same after all, makes you wanting more! Hehehe…
Subscribe to:
Posts (Atom)