Karena saya bukan yang jago catching up sama orang, jadi cukup sering saya ditanya seperti itu. Tapi tanpa sadar gara-gara itu saya jadi lebih sering bertanya kepada diri sendiri dengan pertanyaan yang sama.
Sekarang ini, saya dibantu Pakde lagi punya mainan baru, belum resmi diluncurkan karena sedang mencari bentuk yang paling pas.
Monday, June 30, 2008
Thursday, June 26, 2008
Mandalay - Like her

Can’t we talk
Set it right
Can’t we talk
Anymore
All this time
Only you
Nothing more
All this time
It looks like
You won’t be staying round
Given the time
And your mood
You look a lot like her
And you look so like
You won’t be staying around
Here in this half light
You look a lot like her
Is it all
Lost and gone
Could you give
Me some room
Room to be
Room to heal
Worth as much
You will be
It looks like
You won’t be staying round
Given the time
And your mood
You look a lot like her
And you look so like
You won’t be staying around
Here in this half light
You look a lot like her
You decide
What I meant
What is right
You decide
Please believe
I will be
Here for you
I will be
It looks like
You won’t be staying round
Given the time
And your mood
You look a lot like her
And you look so like
You won’t be staying around
Here in this half light
You look a lot like her
(x3)
Set it right
Can’t we talk
Anymore
All this time
Only you
Nothing more
All this time
It looks like
You won’t be staying round
Given the time
And your mood
You look a lot like her
And you look so like
You won’t be staying around
Here in this half light
You look a lot like her
Is it all
Lost and gone
Could you give
Me some room
Room to be
Room to heal
Worth as much
You will be
It looks like
You won’t be staying round
Given the time
And your mood
You look a lot like her
And you look so like
You won’t be staying around
Here in this half light
You look a lot like her
You decide
What I meant
What is right
You decide
Please believe
I will be
Here for you
I will be
It looks like
You won’t be staying round
Given the time
And your mood
You look a lot like her
And you look so like
You won’t be staying around
Here in this half light
You look a lot like her
(x3)
Monday, June 16, 2008
Thursday, June 12, 2008
Saya sering bertanya-tanya sendiri kok cewek-cewek kayaknya ribet banget ngurus idupnya. Belum juga nikah, gelisah. Ada gebetan baru, gelisah. Mau ada sale, gelisah. Ribut mulu.
Padahal kan harusnya tingal mikir sebentar. Ok, belum juga nikah kenapa, paling mikir satu dua layer juga sudah ketemu jawabannya. Terus coba jalanin jawabannya sekuat mungkin. Kalau ternyata belum bisa melakukan hari ini ya tinggal lakuin besok. Kalau doa dan usaha sudah maksimal belum juga bisa, kan ketahuan jawabannya kalau belum saatnya. Beres kan?
Trus kenapa keributan itu saya “ributkan” lagi di sini? Karena biasanya kegiatan meributkan itu merembet dan menimbulkan masalah baru. Dulu saya tidak terlalu terganggu karena percaya dengan penelitian yang bilang cewek itu menemukan solusi masalahnya memang saat cuap-cuap. Beda dengan cowok yang memecahkan masalahnya saat menyetir mobil sendirian atau saat buang air besar.
Misalnya ada cewek yang mau married tapi belum yakin sama calonnya. Dia ngajak ngopi satu-satu teman-temannya. Ya yang cewek dan yang cowok. Terus entah kenapa selalu saja yang terjadi adalah penghakimannya kepada teman-temannya yang belum berani berkomitmen. Ujung-ujungnya dia punya masalah baru, susah cari panitia dan pager ayu dan bagus buat pernikahannya.
Dia pun tidak bisa membagi kebahagiaannya itu. Dia menjadi lebih merasa kesepian sebelum menikah.
Anehnya, teman-temannya terus membicarakan si cewek itu setiap kali mereka ketemuan (tanpa ada si cewek tentunya). Setiap kali. Jadi sama-sama nggak penting deh.
Ajaib.
Padahal kan harusnya tingal mikir sebentar. Ok, belum juga nikah kenapa, paling mikir satu dua layer juga sudah ketemu jawabannya. Terus coba jalanin jawabannya sekuat mungkin. Kalau ternyata belum bisa melakukan hari ini ya tinggal lakuin besok. Kalau doa dan usaha sudah maksimal belum juga bisa, kan ketahuan jawabannya kalau belum saatnya. Beres kan?
Trus kenapa keributan itu saya “ributkan” lagi di sini? Karena biasanya kegiatan meributkan itu merembet dan menimbulkan masalah baru. Dulu saya tidak terlalu terganggu karena percaya dengan penelitian yang bilang cewek itu menemukan solusi masalahnya memang saat cuap-cuap. Beda dengan cowok yang memecahkan masalahnya saat menyetir mobil sendirian atau saat buang air besar.
Misalnya ada cewek yang mau married tapi belum yakin sama calonnya. Dia ngajak ngopi satu-satu teman-temannya. Ya yang cewek dan yang cowok. Terus entah kenapa selalu saja yang terjadi adalah penghakimannya kepada teman-temannya yang belum berani berkomitmen. Ujung-ujungnya dia punya masalah baru, susah cari panitia dan pager ayu dan bagus buat pernikahannya.
Dia pun tidak bisa membagi kebahagiaannya itu. Dia menjadi lebih merasa kesepian sebelum menikah.
Anehnya, teman-temannya terus membicarakan si cewek itu setiap kali mereka ketemuan (tanpa ada si cewek tentunya). Setiap kali. Jadi sama-sama nggak penting deh.
Ajaib.
Tuesday, June 10, 2008
Catatan Pinggirannya Catatan Pinggir
Goenawan Mohamad menulis di majalahnya bahwa jangan-jangan Daniel Plainview sedang berbicara dengan kita,"Akan ada darah...". Sialannya itulah yang saya pikirkan setelah menonton filmnya. Apalagi setelah adegan si pendeta pecah kepalanya. Saya membayangkan hal tersebut akan terjadi di sini (tentu bukan kepala pendeta, tapi pemimpin umat juga tentunya, Anda tebak sendiri).
Kita tahu negeri ini tidak juga berarti di mata dunia. Tapi lebih parahnya lagi, ia semakin tidak berarti bagi yang hidup di dalamnya. Kebodohan yang dipelihara dan jalan manja dan mewah yang terus diperpanjang adalah penyebabnya.
Negara asal Gandhi sang juru damai saja sudah bisa bikin nuklir, lha kok kita masih berantem siapa yang paling benar agamanya. Di hari lahirnya Dasar Negara pula. Kurang bloon apa coba?
Kemiskinan berstruktur memutarbalikkan yang kaya tidak perlu mengeluarkan keringat untuk mendapatkan uangnya sedangkan yang miskin bekerja sampai habis keringatnya pun uangnya bakal segitu-gitunya saja.
Namun hebatnya seorang tukang bakso bersepeda menyempatkan waktu untuk berhenti sejenak dan turun dari sepedanya agar dapat menyelipkan uang seribu rupiah bagi seorang kakek tunanetra peminta-minta. Sedangkan pemilik BMW yang ngebut dan membuat tukang bakso bersepeda jatuh terperosok melarikan diri tidak berani tanggung jawab.
Negeri ini sedang rapuh, serapuh mata ayah saya kemarin siang setelah beberapa bulan tidak pernah bertemu.
Kita tahu negeri ini tidak juga berarti di mata dunia. Tapi lebih parahnya lagi, ia semakin tidak berarti bagi yang hidup di dalamnya. Kebodohan yang dipelihara dan jalan manja dan mewah yang terus diperpanjang adalah penyebabnya.
Negara asal Gandhi sang juru damai saja sudah bisa bikin nuklir, lha kok kita masih berantem siapa yang paling benar agamanya. Di hari lahirnya Dasar Negara pula. Kurang bloon apa coba?
Kemiskinan berstruktur memutarbalikkan yang kaya tidak perlu mengeluarkan keringat untuk mendapatkan uangnya sedangkan yang miskin bekerja sampai habis keringatnya pun uangnya bakal segitu-gitunya saja.
Namun hebatnya seorang tukang bakso bersepeda menyempatkan waktu untuk berhenti sejenak dan turun dari sepedanya agar dapat menyelipkan uang seribu rupiah bagi seorang kakek tunanetra peminta-minta. Sedangkan pemilik BMW yang ngebut dan membuat tukang bakso bersepeda jatuh terperosok melarikan diri tidak berani tanggung jawab.
Negeri ini sedang rapuh, serapuh mata ayah saya kemarin siang setelah beberapa bulan tidak pernah bertemu.
Subscribe to:
Posts (Atom)