Saya sering bertanya-tanya sendiri kok cewek-cewek kayaknya ribet banget ngurus idupnya. Belum juga nikah, gelisah. Ada gebetan baru, gelisah. Mau ada sale, gelisah. Ribut mulu.
Padahal kan harusnya tingal mikir sebentar. Ok, belum juga nikah kenapa, paling mikir satu dua layer juga sudah ketemu jawabannya. Terus coba jalanin jawabannya sekuat mungkin. Kalau ternyata belum bisa melakukan hari ini ya tinggal lakuin besok. Kalau doa dan usaha sudah maksimal belum juga bisa, kan ketahuan jawabannya kalau belum saatnya. Beres kan?
Trus kenapa keributan itu saya “ributkan” lagi di sini? Karena biasanya kegiatan meributkan itu merembet dan menimbulkan masalah baru. Dulu saya tidak terlalu terganggu karena percaya dengan penelitian yang bilang cewek itu menemukan solusi masalahnya memang saat cuap-cuap. Beda dengan cowok yang memecahkan masalahnya saat menyetir mobil sendirian atau saat buang air besar.
Misalnya ada cewek yang mau married tapi belum yakin sama calonnya. Dia ngajak ngopi satu-satu teman-temannya. Ya yang cewek dan yang cowok. Terus entah kenapa selalu saja yang terjadi adalah penghakimannya kepada teman-temannya yang belum berani berkomitmen. Ujung-ujungnya dia punya masalah baru, susah cari panitia dan pager ayu dan bagus buat pernikahannya.
Dia pun tidak bisa membagi kebahagiaannya itu. Dia menjadi lebih merasa kesepian sebelum menikah.
Anehnya, teman-temannya terus membicarakan si cewek itu setiap kali mereka ketemuan (tanpa ada si cewek tentunya). Setiap kali. Jadi sama-sama nggak penting deh.
Ajaib.
No comments:
Post a Comment