Tuesday, June 10, 2008

Catatan Pinggirannya Catatan Pinggir

Goenawan Mohamad menulis di majalahnya bahwa jangan-jangan Daniel Plainview sedang berbicara dengan kita,"Akan ada darah...". Sialannya itulah yang saya pikirkan setelah menonton filmnya. Apalagi setelah adegan si pendeta pecah kepalanya. Saya membayangkan hal tersebut akan terjadi di sini (tentu bukan kepala pendeta, tapi pemimpin umat juga tentunya, Anda tebak sendiri).

Kita tahu negeri ini tidak juga berarti di mata dunia. Tapi lebih parahnya lagi, ia semakin tidak berarti bagi yang hidup di dalamnya. Kebodohan yang dipelihara dan jalan manja dan mewah yang terus diperpanjang adalah penyebabnya.

Negara asal Gandhi sang juru damai saja sudah bisa bikin nuklir, lha kok kita masih berantem siapa yang paling benar agamanya. Di hari lahirnya Dasar Negara pula. Kurang bloon apa coba?

Kemiskinan berstruktur memutarbalikkan yang kaya tidak perlu mengeluarkan keringat untuk mendapatkan uangnya sedangkan yang miskin bekerja sampai habis keringatnya pun uangnya bakal segitu-gitunya saja.

Namun hebatnya seorang tukang bakso bersepeda menyempatkan waktu untuk berhenti sejenak dan turun dari sepedanya agar dapat menyelipkan uang seribu rupiah bagi seorang kakek tunanetra peminta-minta. Sedangkan pemilik BMW yang ngebut dan membuat tukang bakso bersepeda jatuh terperosok melarikan diri tidak berani tanggung jawab.

Negeri ini sedang rapuh, serapuh mata ayah saya kemarin siang setelah beberapa bulan tidak pernah bertemu.

No comments: