Tuesday, January 02, 2007

Si Stagnan Si Stagnan Si

Pernah perhatiin nggak kalau semua orang pernah ngalamin yang namanya stagnansi dalam kehidupannya. Kayak marmut lari di lingkarannya itu. Secepet-cepetnya atau selambat apapun kita lari ya akan di situ-situ juga. Masanya aja yang beda. Ada yang pas lagi sekolah, kuliah, kerja, berkeluarga, atau jaman tua.

Ada temen saya yang SMA-nya 6 tahun, tiap 2 tahun dia ganti sekolah biar bisa naik kelas. Padahal waktu SD dia itu jago matematika yang pernah mewakili Indonesia di kompetisi internasional. Aneh, tapi emang gitu. Ada juga sepupu yang udah 7 eh 8 tahun belum kelar kuliahnya, padahal IQ-nya lebih tinggi 10 poin dari saya! Ada juga yang pacaran sampai 10 tahun tapi nggak kemana-mana, nggak putus-putus karena “mahkota” ceweknya sudah dia ambil. Si cowok selingkuh melulu, sedangkan si cewek sekali aja selingkuh langsung nyembah2 dan merengek2 minta tunangan. Ancur banget hubungannya.

Saya yang ngeliat stagnansi-stagnansi itu pengen bgt neriakin “Move On!” di depan muka mereka. Bisa aja, cuman sepertinya nggak akan ada gunanya, karena itulah hidup mereka, begitulah jalannya. Emang sih awalnya saya pikir itu adalah ketidakmampuan mereka, menjadikan stagnansi itu kotak aman. Yup, people are more comfortable in hell ‘cos they got nothing to lose. Nothing can be worse than being in hell all the time, right? Tapi nggak kok, sesukses apapun orang pasti mengalami stagnansi di kehidupannya. Beda di apa, kapan dan berapa lama ngalaminnya.

Jadi pertanyaannya sekarang adalah, bisa nggak move on saat stagnansi kehidupan itu melanda? Atau belum sadar kalau sedang mengalaminya? That makes two of us.

No comments: