Tulisan berikut hasil obrolan sampah-menyampah teman saya dengan teman dari temannya teman sepupu saya sahabat dari temannya teman teman saya. Pokoknya kalau kita ketemu dan kamu bertanya siapa, pasti saya kasih tahu mereka siapa, dan kalau kamu baik mungkin saja saya liatin foto mereka di facebook ;p. Saya juga sudah minta izin untuk memposting rangkuman percakapan mereka di sini.
Apabila kamu menyebabkan orang yang sudah bertahun-tahun setia, selingkuh, kira-kira karma apa yang kamu dapatkan? Diselingkuhin berkali-kali?
Pastinya! Tapi bukan itu aja, di saat kamu kira rentetan pengkhianatan itu sudah akan berakhir, hal itu akan terjadi lagi. Dan lagi. Kamu akan jadi orang paling bodoh sedunia. Tapi hikmahnya adalah (Hah? Masih ada hikmahnya? Dasar Jawa!-Red1) (Ah loe juga Jawa!-Red2) (eh apa tadi? Oya hikmah…–pen) kamu menjadi agak kebal. Tidak mudah ambruk karena patah hati.
Berarti jadi sakti nggak akan sakit?
Nope. Sakit sih teteup. Dendam juga ada. Tapi gini ya, misalnya di saat kita bener-bener jatuh cinta sama seseorang, kan pasti tiap sudut kota penuh dengan kenangan manis. Cuman begitu putus, itu kota jadi neraka, tiap-tiap sudutnya jadi najis rasanya. Nah, karena agak kebal itu, sudut-sudut kota itu rasanya jadi manis-manis asem gitu. Cuman emang kalau udh kebas banget, enaknya tiap sudut itu kamu bisa tiban sama kenangan manis dengan orang yang baru.
Wah, biar karma, tapi enak donk ngalamin rasa yang beda-beda?
Indeed. Hehe...
Sepertinya karma yang menarik.
Cuman kita tahu yang menarik pasti membahayakan, sumber sakit yang dalam. Begitu juga yang ini, karena karma bikin orang yang sebelumnya setia dari bayi selingkuh amatlah panjang. Kamu dibuatnya tidak bisa lagi mencintai seseorang sepenuh hati. Kamu pikir kamu bisa, tapi sebenarnya tidak. Sebagian dari hatimu tetap akan kosong, berharap untuk diisi oleh dia yang dulunya sangat setia itu.
Jadi menghindarkan karmanya bagaimana?
Kemungkinan besar tidak akan bisa (Karma gitu lho, pliss deh-pen). Tapi menguranginya bisa, perlu keikhlasan dari orang yang kamu buat selingkuh, beserta pasangannya. Kamu kan nggak tahu pasangan selingkuh kamu mengaku ke pasangannya seperti apa, bisa saja dia menuduh kamu yang mendekati dan suka padanya dan dia mengaku biasa saja (ada di kitab ngeles kalau ketahuan selingkuh surat ke-6 atau 7 kalau nggak salah). Intinya semua harus jujur dan terbuka dulu lalu memaafkan dengan ikhlas.
PR banget!!!
Yup, makanya kemungkinan besar karma itu pasti terjadi.
Tapi merasakan yang berbeda-beda lebih tempting daripada sepenuh hati mencintai sama satu orang ya?
Betul dan kebanyakan orang juga memilih itu. Putus dan cerai mulai menggeser happily ever after marriage yang berada di jalur mainstream. Jadi beruntunglah mereka yang bisa mencintai apalagi dicintai oleh seseorang dengan sepenuh hati. Karena mereka makhluk langka.
No comments:
Post a Comment