Gw selalu percaya kalau orang udah mikir ampe detil itu berarti hal-hal yang krusial udah dipikirin. Ternyata selalu juga ada batasnya. Ada beberapa orang yang mulai membuyarkan kepercayaan gw itu.
Yang sangat sadar emang cuma bisa mikir detil. Meski nggak akan terang-terangan bilang, tapi gw ama dia udah sama2 tau kalau dia emang males mikir yg berat2, yg gampang2 aja yang dia mau. Jelas dia nggak akan bilang karena itu akan 'menghancurkan' posisinya yang di atas gw. Awalnya emang gw 'merendahkannya' karena kemauan akan kemampuannya itu, tapi setelah lama-lama dia 'mengakui' kalau gw tau dia seperti itu, gw pun jadi mengerti, alias ngertiin dia. Saling pengertian itu pun kemudian berubah menjadi saling menghormati (orde baru bgt bahasanya). Jadi sekarang saling bisa ngisi, minimal tidak lagi saling merendahkan. Oh, how fairness can be so good.
Yang terlalu mengganggap detil itu penting. Melihat segala sesuatu itu dari yang kecil. Dan selalu berkutat disitu sehingga yang kecil menjadi hal besar, dan yang benar-benar hal besar menjadi hal kecil yang terlupakan. Misalnya lagi boncengan naik sepeda dan udah telat buat nyampe tujuan. Sepanjang jalan yang dibahas,"Kok tutup pentil bannya nggak ada, ban sepedanya bisa nggak kempes? kan pentil itu penting biar bannya nggak kempes. Kalau ban kempes kan kita nggak bisa jalan. Gimana nih caranya ganti pentil ban, kita harus cari sekalian yang nggak kepikiran orang lain" Heh? Padahal yang harus dicari tau gimana caranya sepedanya bisa lari lebih cepet, apakah mau dikasih mesin sepedanya, atau mau dinaikin di atas truk, pokoknya orang ama sepedanya harus nyampe di tujuan dua kali lebih cepet. Akhirnya bosan nerangin hal nggak penting tentang pentil ban (yang dia juga nggak ngerti-ngerti juga!), gw tinggalin aja dia ama si sepeda tanpa pentil ban! Eh, dia marah2 dan ngomong sama semua kalau gw itu tidak peduli, terlalu cuek, tidak bisa bekerjasama, dst...dst...Tujuan masih jauh, telat janji, belon tentu kuat jalan kaki sampe tujuan, terus dicela dan dicerca pula....Oh, how other people stupidity can kill you.
Nggak. bukan berarti gw benci orang2 yang detail, gw bencinya yang cuma tau detail. Nggak melihat maksud utamanya.
No comments:
Post a Comment