Wednesday, January 04, 2006

A flash of flashback

Baru saja ngalamin flashback. Tidak seperti yang sebelumnya, kali ini begitu nyata.

I was wearing shoes, siap-siap pergi ke kampus. Di dalam pikiran terbayang jalan potong melalui ladang & sawah yang cukup panas. Sejenak berpikir, I’m not gonna walk at eleven o’clock in the very sunny day! Kaki pun berbelok ke kiri, menuju ujung gang untuk mencari ojek.

Sebenarnya bukan gang juga, bisa disebut jalan kecil karena cukup untuk dilalui oleh satu mobil dengan satu pejalan kaki di samping dan sebuah motor dari arah yang berlawanan. Hampir di ujung jalan terlihat telor ceplok pedas yang menggunung dan sayur bayam di panci yang cukup besar -my favorite menu- di “etalase” warung nasi langganan “Si Bapak”.

Flashback singkat yang begitu nyata. Saat tersadar pun terheran-heran karena badan terasa gerah dan daerah sekitar pinggang cukup berkeringat. Aneh. Namun karena itu aku teringat mengapa telor ceplok pedas adalah lauk andalan yang kini selalu kupesan setiap kali OB kantor menawarkan jasanya membelikan makan siang. Dan karena itu pula aku teringat akan penyakit ‘kelebihan protein’ yang kuderita menurut dokter Dewata si ahli internis di RSPP (he’s retired now) setahun yang lalu itu. Mungkin itulah mengapa ketika tersadar dari lamunan flashback hanya pinggangku yang berkeringat.

Apakah ini salah satu cara-Nya untuk mengingatkan? Alhamdulillah…..

1 comment:

Stevie Sulaiman said...

I am not a fan of one word, but it seems there is only one word to answer your problemo: DIET.

Sign up for LET'S DIET campaign :-))