Suara-suara itu tak juga berhenti berbicara, berdebat, bahkan berteriak seakan isi kepala milik mereka sendiri. Suara-suara para ide busuk, ide baru, ide sok tau, ide garing, pembunuh ide, ide spontan, ide pemaksa,….
Di luar kepala, di depan muka, art director masih mengulang-ulang creative brief a.k.a. client brief yang di dalam kepalaku dihimpit dan dipinggirkan para ide yang terlalu asyik berebut pengakuan.
1 comment:
Makanya jangan berebut pengakuan, berebut menang taruhan aja. Masak menang sekaligus Esquire, CD, DVD impor, dan buku impor? Bikin iri aja, hehehe...
Art director-nya bukan aku kan? Even benar pun, aku nggak merasa kok :-))
Post a Comment