Tuesday, October 12, 2010

A Series About TV Series - Rubicon Chapter

Sebagian dari kalian pasti sudah tau kalau saya suka sekali TV Series. Mulai dari House, Fringe, CSI LV, sampai yang cheesy kayak V pun saya tonton. Bukan berarti saya suka semuanya, tapi saya selalu senang dengan pemikiran baru dan eksperimen eksekusi yang berhasil mereka sajikan, sekecil apapun. Karena saya tahu memperjuangkan yang “baru” untuk bisa disuguhkan tidaklah mudah.

Akhir-akhir ini saya sedang tertarik dengan serial baru Rubicon. Tayang di AMC pertama kali tanggal 1 Agustus 2010. Dari judulnya saja saya sudah penasaran apalagi setelah bertanya ke paman google dan oom wiki kalau ternyata Rubicon itu adalah nama sungai di timur laut Italy. Nama itu dipakai karena di tempat itu lahir idiom terkenal jaman Julius Caesar “Crossing the Rubicon” yang artinya “to pass a point of no return” atau menyatakan perang.

Saya suka dengan mood tiap episodenya yang tenang namun entah kenapa tersimpan kegelisahan yang besar dibaliknya. Tidak seperti kebanyakan series dengan plot sok penting dan adegan grasakgrusuk, alur Rubicon yang bercerita mengenai para analis intelijen di sebuah “think tank” bernama American Policy Institute (API) berjalan mulus, sederhana, namun dewasa. Terasa seperti sedang menonton film festival.

Ketertarikan saya lalu menguat ketika beberapa kali disuguhkan shot angle yang tidak membosankan dan permainan karakter yang kuat. Setelah semuanya terasa “benar” saya pun mulai gelisah untuk mencari kekurangannya. Segala sesuatu itu tak ada yang sempurna toh?

Yang pertama menghantam saya adalah rasa bosan. Dalam beberapa episode sepertinya sang sutradara “carried away” dengan angle dan shot dramatis yang akhirnya kebanyakan dan membuat alur cerita menjadi super lambat.

Lalu yang kedua, seperti yang saya sudah takutkan juga, adalah adegan actionnya. Sama sekali tidak ada yang baru dan termasuk super biasa. Tapi yang ini saya masih tolerir (untuk sementara waktu) karena ketegangan dan kedewasaan episodenya masih terjaga.

Tebakan saya selanjutnya untuk kekurangan series ini ada di ujung musim. Mampukah menjawab pertanyaan “sebesar apa kejadian buruk yang akan terjadi?” yang selalu ditanyakan di hampir tiap episodenya. If every conspiracy is not a theory, then what? Do they really passing a point of no return?

cat:
Rubicon bisa ditonton streaming di videostic.com atau download pakai torrent di kickasstorrents.com

No comments: