Itu dia. Ternyata ia shift pagi. Sepertinya akan menjadi Minggu pagi yang sempurna. Meskipun perut belum dihangati wafel coklat, badan sudah hangat bersemangat.
Kesempatan ini sudah kutunggu. Sabtu Minggu tidak lagi tidur seharian. Bila di shift pagi yang berakhir jam 2 itu ia tidak ada, aku melahap wafel coklat di warteg Amerika lalu pergi berenang di sport center belakang square ini. Siang hingga sore hari bila ia belum ada juga, aku makan di lantai 2 seharga segelas kopi di lantai 1 dan pergi bermain hingga zona waktu shift 3. Bila malam ia tidak juga ada, aku hubungi teman-teman untuk ketemuan atau menulis sambil internetan di cafe wi-fi bersofa.
Sayang tidak ada tempat bebas memperhatikannya bekerja. Aku harus masuk ke dalam toko buku dan juga membeli sesuatu. Karena di dalam toko buku sulit mencuri pandang. Meja kasir yang begitu besar selalu menutupinya, lagipula kebanyakan melirik dan celingak-celinguk bisa disangka pengutil.
Bau baru dibuka. Toko buku ini sendiri sebenarnya sudah memiliki bau yang khas, tapi lebih khas lagi saat baru dibuka. Senyum sapa biasa kepada customer ia sunggingkan, aku membalas dengan senyum aneh-penuh-maksud- tapi sok biasa dan jaim. Ia sedang berdiri, tempat duduk kasir ditempati partner kerjanya. Yes. Ia berdiri berarti bisa memperhatikannya tanpa harus membeli sesuatu. Aku langsung menuju ke rak majalah.
Di antara pengunjung toko yang baru sedikit ini mengapa harus ada yang menempati tempat itu. Cuek juga Mba ini, sendal kamar, celana pendek dan tank top. Hihi, dia pasti belum mandi. Mukanya lucu juga tapi seperti pernah liat. Tapi untukku ada yang lebih lucu, ayo donk Mba geser sedikit kek, atau cepetan liat-liatnya keburu dia duduk nih.
Sudah 3 majalah, waktunya mengeluarkan vibe negatif agar ia merasa resah. Bolak balik aku mengambil majalah yang berbeda. Membukanya dengan kasar dan pura-pura tertawa atau mengeluarkan decak kagum membacanya. Tidak ada pengaruh. Aku intip sebentar ke arah kasir, ia masih berdiri. Syukurlah. Tapi Mba ini masih juga bergeming di tempat intip terbaikku.
Aku bergeser sedikit masuk ke jarak intim dengan Mba perebut agar bisa melihat dia si penjaga toko buku sedang bercakap dan sesekali tersenyum kepada partner kerjanya.
Mas! Nah, Si Mba pasti merasa risih. Alasan apa kira-kira. Mas! Ok, ok. Kuturunkan majalah yang sedang aku baca. Mas, boleh liat yang Mas lagi baca? Tapi Mba, kayaknya saya mau beli majalah ini. Tapi Mas...Ya udah nggak usah.
Maaf deh agak nyebelin, tapi beneran mau beli kok. Soalnya majalah cowok ini menyiapkan kado khusus untukku tahun ini melalui edisi Oktober 2005nya. Mereka menampilkan Kiera Knightley topless, well not really, tapi setidaknya keliatan ujungnya yang nggak akan bisa diliat di Bend It Like Beckham atau King Arthur, tapi entah di Domino, belum nonton. But that’s just my pervert side. Overall majalahnya bagus dan aku memang selalu membelinya.
Setelah tempat strategis, si Mba perebut kini menghalangi pandanganku ke si lucu penjaga toko buku. Si Mba bertanya ke si lucu, mungkin meminta stok lain majalah ini, sesaat ia mencari...dan sekarang si lucu datang ke arahku...
Mas, Mba itu butuh majalah ini, Mas mau beli? Iya. Tapi Mas, Mba itu lebih butuh. Lebih butuh bagaimana? Sebenarnya kami yang lebih butuh. ???? . Iya, soalnya Mba itu kan salah satu penyanyi di trio AB, yang paling kecil itu loh dan ia salah satu langganan kami. Lagipula Mas, minggu depan akan di drop lagi kok.
Jadi saya kalah karena tidak tenar? Saya juga langganan kok. Dan saya kerja di media (dulu sih). Selebriti bukan apa-apa kan tanpa media? Tapi itu semua cuma ada di dalam hati. You got me at Mas, cutie (you got me at halo maksudnya, tapi karena kata pertamanya itu jadi begitu deh hehe).
Aku memperhatikannya lekat-lekat, itung-itung mengambil kesempatan dalam kesempitan. Lalu melirik ke si Mba yang baru saja mengalihkan pandangannya. I see...mmmm...3 detik....5...Ok gini aja. Si lucu tiba-tiba ke meja kasir menulis dan mengambil sesuatu lalu kembali lagi. Mas namanya sapa? Huh? Ok, nama saya si lucu penjaga toko buku, tiap karyawan di sini ada internal diskon 20 persen, minggu depan pas majalahnya dateng lagi, Mas akan saya hubungi dan Mas cuma bayar 80 persen. Ini nomor HP saya, coba Mas miss call biar saya langsung simpan nomor dan nama Mas.
Drrtt....drrrtt....(HP vibrating).
a-R-a. Ok sudah di-save. Majalahnya saya bawa ya Mas.
1 comment:
on behalf of Syauqy: shees... if this stuff you're telling is for real, then i shall refer you as "tricky burat". Burat yang penuh trik... contrary to moi, i'm a bit gung-ho when it comes to chicks... I'm the "hey-what's yer name-care to go on a date avec moi" kinda guy... A traditional, and very dorky kinda approach, yet very effective. Give it a try man.
Har!
Post a Comment