Seorang director senior protes ke orang-orang yang protes dan menghakiminya setelah membaca blognya. Orang-orang yang protes memprotes nama-nama orang dan institusi yang disebutkan untuk direndahkan oleh director. Director menolak karena ia menganggap blognya adalah diary pribadinya. Hmm…Kalau merasa untuk pribadi kok di posting untuk umum ya? Menurut saya pertanyaan dasarnya adalah, “Blog itu diary pribadi atau media massa?” Mungkin bukan persamaan yang tepat tapi dua itu adalah kutubnya.
Postingan di blog yang dibuka untuk umum sudah menjadi media massa, walaupun itu namanya blog. Karena ada usaha dari penulisnya untuk menyebarluaskan (dalam hal ini menjadikannya postingan umum). Tapi kalau penulisnya menulis di blog/file yang diberi password dan kemudian orang lain menjebolnya, itu baru salah karena itu diary pribadi.
Beberapa orang mengatakan, blog yang bagus sifatnya personal. Menurut saya sih, itu karena sifat dasar manusia yang suka peeping. Terbukti dari betapa lakunya produk gossip dan video pribadi. Bahkan karya serius yang mengambil kebutuhan mengintip manusia seperti film Malena, Trilogy Griffine & Sabine-nya Nick Bantock, cerpennya Seno Gumira yang saya lupa judulnya dan tentunya masih banyak lagi lainnya disuka.
Saya pribadi juga mempergunakan blog sebagai sarana peeping. Dengan maksud baik tapinya (ada nggak sih peeping tapi maksudnya baik?). Saya mempergunakannya untuk mencari tahu kabar orang lain. Saya suka malas catching up dengan teman, kenalan atau bahkan mantan dengan ketemuan atau telfonan. Bukan apa-apa, saya suka bingung mau ngomong apa, selain itu saya juga (tanpa sengaja tentunya) suka mengeluarkan kata-kata yang terlalu sarkas atau yang salah diartikan hingga akhirnya membuat semua jadi berantakan. Lagipula, buat saya terkadang tulisan lebih jujur dibanding lisan. Saya jadi lebih bisa merasakan apa yang mereka (dan Anda) sedang rasakan.
Tapi ternyata banyak juga yang melakukan itu ke saya.
Dan seperti cerita si director di atas, saya juga dihakimi oleh orang-orang yang membaca blog saya (mungkin Anda termasuk salah satunya? ;p). Seru loh. Ada yang memuji tulisan saya bagus, ada yang mengatakan saya tipe orang yang sensitive bahkan ada yang mencap saya gay. Proteskah saya? Deep down sih mau, karena fakta yang sebenarnya berlawanan. Tapi haruskah? Buat apa juga? Biarin saja seperti itu. Selama saya tidak merendahkan orang lain dan yang direndahkan orang lain cuma saya, ya nggak papa, toh semua itu akan membuat saya semakin kaya (atau gila?).
Atau mungkin tulisan-tulisan itu memang menggambarkan saya yang sebenarnya? Ngeri juga kalau begitu. Yang pasti saya memang dari awal memisahkan tulisan di blog ini dengan diary pribadi. Ada beberapa yang topiknya sama, namun kemasan, gaya bahasa dan isi sudah pasti berbeda. Segala macam umpatan, celaan, penghakiman, nama serta rahasia terungkap di dalam tulisan yang disimpan di beberapa file dengan password yang cuma saya sendiri mengetahuinya.
Atau mungkin tulisan-tulisan ini sengaja ditulis untuk menciptakan imej-imej seperti itu karena sebenarnya cita-cita saya menjadi Deputy Communication Director gedung putih yang membuat propaganda dan menjaga imej yang berbeda dengan aslinya. Bisa juga….
Yang pasti kalau nantinya ada yang bisa membuka file-file berpassword itu, berarti dia benar-benar membenci saya atau saya cinta mati kepadanya, huahahaha…
1 comment:
lo nggak berubah jadi gay kan men? wakakak... siapa tuh yang luar biasa tafsirnya atas gaya nulis elu? hehehehe keren...
Post a Comment