Beberapa wanita mendekati kepala tiga dan sudah menjadi senior di pekerjaannya memiliki cerita cinta yang hampir sama. Dekatnya mereka dengan “deadline” membuat mereka tidak ingin lagi menjalankan proses hubungan yang panjang. Ingin langsung mendapatkan paket yang sempurna. Alhasil, puluhan pria gugur sebelum masuk ke medan pertempuran, singkatnya mereka menjadi pengumpul penggemar. Dengan keyakinan bahwa “the one” masih belum mereka temukan, para wanita ini tanpa sadar semakin hari semakin tinggi menetapkan standar pria-pria yang dapat berkencan dengan mereka. Berpenghasilan di level manager. Bukan penggoda namun dapat terus menjaga perasaan membara. Harus setia. Sudah pernah keliling dunia, minimum asia. Tidak menggunakan roda dua sehari-harinya, kecuali cc-nya di atas 600. Mobil manual boleh, selama umurnya belum tiga tahun, dst.
Suatu saat, salah satu wanita ini bertemu dengan pria yang berniat untuk selalu jujur dan setia kepadanya, selamanya. Dimulai dengan kesiapan akan melapor saat mau bertemu wanita lain selain dia. Wanita merasa cocok dengan pria.
Namun dalam perkembangannya wanita tahu bahwa pria ini berpenghasilan sedikit di bawah level manager, roda duanya hanya ber-cc seratusan, mobil matic tapi umurnya lebih dari lima tahun serta hal-hal lain di bawah standarnya. Wanita pun meninggalkannya, tanpa kata-kata.
Tak lama kemudian wanita mengetahui tanpa sengaja kalau si pria bukanlah pria yang ia kenal sebelumnya dari sisi harta. Ternyata pria itu memiliki kekayaan tiga kali lipat dari standar wanita. Rupanya sang wanitalah yang sedang dites oleh pria.
In relationship, the enemy of truth is not lie, it’s the myth
4 comments:
ini tulisan keren men... akhirnya setelah sekian lama.. musti nunggu elu broke up dulu rupanya baru keluar yang kaya ginian...
siapa bilang gw broke up?
tafsir lah coy... sok bisa baca raut tulisan implicit heheheh...
Post a Comment