Monday, July 24, 2006
i won't fail you
This one here is my best friend whom I almost fuck his fiancee with
Him : "leave her"
me : "I did. I came back."
H : "What? You never do that, you always leave. How can you be so stupid?"
m : "i...i...
H : "You...You...What? You're so in love with her and become a moron?"
m : "Hey no!...i mean yes i love her..no! i mean, i don't! i don't know what i mean...
H : "She don't seem worth to be kept, just leave her..."
m : "I won't, i'm not gonna leave her,not now. She's really a nice girl. I think at least she can be a friend..."
H : "You think? Do you really think she'll be there when you go down? She's the kind who just wanna have fun, she's doesn't really wanna be your friend. U already got friends, u got me. Come on, Man. You're just wasting your time and energy, which i know u don't have a lot of those right now."
m : "Hey, don't say that! I always have time and energy for my friends!"
H : "True...but answer me this, IS SHE YOUR FRIEND right now?
m : "..."
H : "Suits yourself, i'm leaving and gonna make a huge sign with "i told you" written on it so i can show it to you whenever you come to me later on,crying. Hehehe..."
m : "Bastard! You're a jerk, you know that??!!!"
H : "But as jerk as i can be, i'm still your friend. And unfortunately, one of your best one. Huahahaahhaaha..."
This one here, is someone who rejected me cos we got different religion.
She : "isn't this what exactly happen between us back then?
Me : "Yup. pretty much the same."
S : "and she's furious with you? Why don't you tell her about me? About us?"
m : "I did,i tried. But she think that just some bullshit or something."
S: "maybe you told her wrong. I mean, you often did that you know. Telling a wrong message from what you really want to say."
m: "I think i made my self clear."
S: "Clear enough to say that we're still care for each other and still can be together though not as a couple? Hey, why don't we just be a couple? u still love me, right?
m: "Oh shut up! u know exactly why we can't be a couple."
S: "Hahaha of course i know, just teasing you...So why don't you just leave her?"
m: "oh great, not this kind of conversation again..."
Wednesday, July 19, 2006
Pot dan Pucuk Tanaman
“Mengapa kita tidak pindah saja? Aku malu menampung tanaman yang tidak juga berambah besar seperti ini.”
“Nanti saja kalau cuacanya bagus.”
“Di sini cuaca nggak akan pernah bagus, makanya ayo cepat kita pindah!”
“Udh tenang aja. Kamu nggak lihat apa yang aku lihat dari atas sini sih, di bawah sana tuh sebenarnya lebih aman, jadi santai lah.”
Pot tidak mau mengerti itu. Apa enaknya di bawah sini, enakan juga di atas sana. Tapi mengapa si Pucuk tidak begitu menikmatinya? Alhasil ia jadi tidak banyak membuat perubahan. Mana daun-daun baru yang seharusnya ia hasilkan? Ia juga kelihatannya tidak terlalu mati-matian mengejar sinar matahari, hanya mencari secukupnya saja. Peran Pucuk sebagai tombak utama tanaman ini menurut Pot sangat kurang!
Namun entah mengapa Batang dan para Akar adem-adem saja. Mereka selalu menemukan cara untuk berkompromi dengan si Pucuk, mereka pun santai-santai saja menyerap apapun makanan yang dihasilkan Pucuk.
Di suatu malam, Pot melihat pucuk tanaman bergoyang keras. Ia dan Batang sedang berusaha keras melepaskan diri dari cengkraman Benalu. Pucuk tanaman biasanya bisa lolos, namun sekarang ia agak sulit bergerak karena ia bersama si Batang. Benalu menang, Pucuk tanaman dan Batangnya tertebang.
Saat itu, Pot tidak dapat berbuat apa-apa.
Namun bukan berarti kemudian ia tidak berusaha. Pot berusaha mengikuti arah jatuh Pucuk tanaman. Mencoba bergerak sekuat tenaga, sayang ia belum mampu melepaskan tanaman yang ditampungnya begitu saja. Lagipula dalam perpindahannya, Pucuk tanaman berpesan agar Pot tetap bertahan dan terus menjadi penopang tanaman yang kini dikepalai oleh Benalu pemenggal si Pucuk.
Pot marah besar. “Lihat! Sekarang aku juga kan yang mempertahankan tanaman ini, katanya kita mau sama-sama bikin tanaman yang besar dengan daun2 yg banyak??!!”
Pucuk tanaman yg sudah menjadi pucuk lagi di tanaman yang lain balik mempertanyakan,”Pucuk baru kan pandai mencari makan, apa masalahnya? Kamu bilang ingin memiliki daun banyak tanaman bisa dapat banyak makanan dan cepat menjadi besar, kau ingin menampung tanaman yg besar kan?”
“Iya. Tapi biarpun menjadi pucuk, tetap saja dia itu benalu. Dapat makanan juga lebih banyak buat dia sendiri bukan dengan membuat daun yang banyak. Liat saja Batang baru dan para Akar menjadi lemah dan kehilangan kekuatan untuk menyerap makanan karena kini tidak banyak makanan yang dapat diserap. Bagaimana tanaman ini bisa tambah besar? Pucuk Benalu ini terlalu arogan. Selalu saja melihat ke atas tanpa sadar siapa sebenarnya yang menyokong tanaman ini selama ini,” ratap Pot pilu.
“Kalau begitu bergulinglah. Mau memecahkan diri dulu baru berguling atau mengajak seluruh tanaman agar si pucuk baru merasakan apa yg namanya tanah, terserah. Tapi bergulinglah…” rintih Pucuk tanaman.
“Baiklah…” Meski sedih, kini Pot pun lega.
Monday, July 17, 2006
Yin
Ideally, this power lies within “The One” that you love forever. That’s why they often said, “He/She completes me”. Yeah right. I don’t buy that. The idea that someone can be completed by only just one person is absurd. I believe that’s not even a fact, it’s just something we create to fulfill our expectations and also (unfortunately) our hope. Cos if it’s true we can be completed by just one person, why would we need another person? Why in fact we still need our relatives and friends?
As for me, I think Yin can lies in the heart of our mom, sister, cousin, best friend, a friend or maybe the sum of them. Just like right now. I got a cousin that can pull me from my gloomy world, and show me how warm this world is. No, not taking me to some park or conservation or just being so nice to me. But her kindness to other that melted my gloomy cold heart. Even my purest heart is not as kind as her regular heart.
See? I feel completed already.
Wait…What’s this? Who are you? What? I love her? Are you crazy? Me? I am the crazy one? Hey! I can’t have that feeling for her. You! Shut your mouth up!
Hmm…what if that noise is telling the truth? No way! Just what if? Ooo…ooo…I’m in big trouble…dududududu
Well, anyway, no matter what, I hope she continues doing it. Cos someday who knows, I’ll be able to do kind things the way she’s doing it without wax.
Thursday, July 06, 2006
Mengalirlah Bersamaku
Gw bukan tipe yang suka ngukung, dan dia pun bukan tipe yang suka dikukung. Tapi gw juga gak mau yang selalu cuma bisa ngedorong dia dari belakang aja, gw juga mau jadi yang narik dia ke atas, agar pada akhirnya, berdua selalu bisa melewati semua riak dan ombak hidup serta menikmati kesenangan-kesenangannya bersama.
Mengalir tanpa beban.
Saling bantu dari belakang dan depan.
Untuk satu tujuan.
Kebahagiaan.
Monday, July 03, 2006
build trust 'till the end
i never imagine anything like that could ever happen
i know it's hard for you to trust me right now
again, i'm so sorry
and for that, from now 'till the end
i will regain that trust
'cos after you said you believe my reasons,
i started to think that i've been giving
a second chance
a chance to feel again how nice it was
to love somebody
it's not gonna be easy, but i know i can
all because i care about you, i really do
Saturday, July 01, 2006
hatred for loving
some have killed
their heart, their faith
just because of it
not just being hatred
nor envy
yet patience is not enough
u have to be an angel
don't wanna feel a thing
hating this, the pain i'm used to
should quit from this pain
but i'm not been enough
it's sad when she is not
she was is what she is
loves me hates me
for loving her
Wednesday, June 28, 2006
the end is the beginning is the end
This is something i wrote to him the first time i heard the rumor:
Begin again
first time in mind beside why is WHO BENEFITS?
Surely everyone will feel lost, even for me,
though lost Is A PAIN THAT I’M USED TO
hopefully you and those guys STILL FIGHTING IT
cos from what I know, we all here,
even I WILL FOLLOW YOU INTO THE DARK
or just went FREE FALLING into the WORLD FULL OF NOTHING
maybe THE WEIGHT OF MY WORDS won’t make any different
but I’m sure THOUGH IT’S NOT LOVE IT MEANS SOMETHING
The capital words are the words represent something that we shared. Words from comics, song title and some of song lyrics.
And this is something i wrote after i got confirmation that he's really gonna quit
Kamar panjang dan kosong
Pemilik kamar panjang diganti
Entah siapa penghuni barunya
Entah dengan apa akan memenuhinya
Mungkin malah akan menutupnya
Kamar panjang yang selalu terbuka kini kosong
Ditinggal penghuninya yang ikut semua
Hellboy, Trinity, Thor, Lara Croft dan para Alien
Perginya mereka membuat kamar panjang itu terlihat sempit
Kamar panjang, akankah kembali panjang?
Siapapun yang akan mengisi
Kamar panjang itu pernah besar dengan seluruh penghuninya
Hope we can meet again at some point ahead or "The Point" that we talked about.
Farewell, and good luck.
Monday, June 19, 2006
Love is Durian is Love is Durian
Thursday, June 15, 2006
Picture of My Life
Only tears left to stain, dry my eyes once again
I don’t know who I am, or what I’m gonna do
Been so long I’ve been hopelessly confused
This can never really end, it’s infinitely sad
Can someone tell me when
Something good became so bad
So if you have a cure
To me would you please send
A picture of my life
With a letter telling how
It should really be instead
The precipice is there
But will I ever dare
Throw myself in the sky, so at last I can die
See I’ve become a man
Who holds nothing too dear
Who will mind if I just disappear
This can never really end, it’s infinitely sad
Can someone tell me when
Something good became so bad
So if you have a cure
To me would you please send
A picture of my life
With a letter telling how
It should really be instead
Oh, tell me how it really should be
Picture of My Life - Jamiroquai
Tuesday, June 13, 2006
Semu
Terpana bahagia
Melihatmu mendekat tanpa sebab
Bidadari bungsu yang kutunggu
Tak perlu tahu
Tak perlu diberitahu
Kau tahu aku menunggu
Kutahu kau datang bukan untukku
Hati berbicara tanpa suatu kata
Mengerti, memahami tanpa bertanya
Tanpa pergi lagi kau tetap tak kembali
Tanpa kubenci kau tetaplah bidadari
Wednesday, June 07, 2006
My First Motorcycle Diary
Yihaaa! Pertama kalinya naik hasil keringet sendiri. Itulah yang bikin hari ini berani berangkat kantor naik motor untuk pertama kalinya. I was believed nothing’s gonna happen on my way to office, cos I bought the bike with clear money (terjemahan bebas buat uang bersih bebas korupsi). Belum lunas sih, tapi rasanya yakin aja gitu.
Baru jalan beberapa meter, rasanya udah mau loncat tinggi sambil teriak girang. Seneng banget. Ngalahin senengnya waktu bisa nyetir mobil pas SMP. Terasa lebih bebas, nggak ada beban (kayak kartuHALO ya ;p). Jadi lupa kalau sebenernya belum lancar nyetir motor dan belum punya SIM C! Hehe…jangan bilang2 pak pulisi yak…Yah maklum aja, pertama kali duduk di kursi supir motor ya baru dua minggu yang lalu itu pas si Nouvo dateng.
Sebelum berangkat udah membekali diri mau lewat jalur mana. Biar bisa siap di tempat2 yang kira2 belum dikuasai dan cukup susah buat dilewati. Rintangan pertama adalah pertigaan Bintaro-Veteran alias Organon (nulisnya gimana sih?), itu kalau pagi susah ke kanan karena suka dikasih pembatas, tapi tadi nggak, pas nyampe di ujung lampunya hijau, langsung deh belok ke kanan. Rintangan kedua tanjakan Deplu. Ngeri banget ngebayangin kalo tiba-tiba harus berhenti di tengah2, itu tanjakan kan tajem bener. Eh tadi lancar, gak ada macet2nya sedikit pun. Gas teruuuss dan syuutt sampe deh di atas. Dan Alhamdullillah lancar terus sampai kantor tanpa ada kejadian yang tidak diinginkan di rintangan2 selanjutnya.
Tantangan berikutnya adalah pulang malam naik motor, suka ada razia soalnya. Yang harus dipastikan ada itu STNK, laporan kehilangan SIM, sama 20 ribuan, hehe. Setelah yakin semuanya ada, tancap! Keluar kantor jam 22.15. Enak jalanan sepi, sayang kena lampu merah mulu. Dan untungnya nggak ada razia, selamatlah sampai di rumah.
Hari kedua. Ujaaaannn. Baru juga lewat McD, byuurr kayak diguyur. Melipirlah ke pom bensin. Banyak yang neduh juga. Gak disangka ada yang lucu. Aneh, tumben banget. Ya udah liatin aja terus biar dia ama cowoknya juga, tapi sepertinya kurang pinter dan karakternya ga kuat, bosen deh ngeliatinnya. Ternyata derasnya nggak lama, cuma 10 menitan, jadi bisa jalan lagi. Langit berubah agak cerah. Tapi pas di PIM tiba-tiba gelap dan di Jalan Radio Dalam mulai gerimis. Tanggung, udah ampir nyampe, gaspol!
Makin deket ke kantor ternyata makin reda, sampai di kantor berhenti ujannya, dasar. Pas mau parkir Mas Sapik tiba-tiba nongol kayak Giant Ongol-ongol (apa pula ini?), “Rat, anterin ke Kayu Umbi”. Halah, pertama kali boncengin orang kok Bos, mati dah. Cuek. Tapi kok berat bener yak, hehe...tau sendiri kan dia segede apaan. Kebut terus biar cepet sampe, lumayan bisa bikin Bos teriak2 dikit tapi selamat kok sampai tujuan. Langsung tinggal aja, katanya. Ya udah, balik deh ke kantor, parkir.
The road of life twists and turns and no two directions are ever the same. Yet our lessons come from the journey.
Friday, April 21, 2006
My Comic Journey
This new excitement started when I got task to develop a print ad. I realize I know nothing about comic language, I was just being smartass when creating its headlines. Then I ask my CD for reference. He brought me tons of them. Hehe…not exactly, just a few books.
After I read some of them, I found something interest me, its language (what else?;p). Some of them are quite wit, some straight forward and simple, and some are ambiguous and layered.
So I told my CD I want to continue understanding the language, although my task to develop print ad were pending ‘til June. He kinda respected that and brought me where to buy the comics. I looked for Batman, but can’t find a good one. So I just bought any of them base on my CD recommendations, and I chose this one,
DAREDEVIL: YELLOW. Writer: Jeph Loeb with Artist: Tim Sale.
I felt little bit gusto flowing when I start open its plastic wrap in the car on the way back to the office. A shocking Ad for Wolverine Origin behind the cover stopped me. Wow, this Ad can be use for a high-calcium milk. Such an enjoyment. A full page of Daredevil rolls in the air with some thoughts in his mind and a heart that being broken: “Just when I think it’s going to get easier, I close my eyes and I see you in my arms. It’s as if a hole were torn open in the center of my chest. After a while, it starts to close up and someone has a laugh that sounds like you or wears a perfume that smells like you and it tears the hole wide open again. I don’t feel like eating. I find it hard to concentrate. I can’t do my job, Karen. I can’t live my life.” Yikes! That surely grabbed my attention. My CD said reading this one is like reading a novel. I might be agreed on that. But for now, let me just enjoy this new journey of mine, will you? Or maybe anyone want to join me? I’ll be pleased….
Onto the next page.
Wednesday, April 19, 2006
Menjadi Hebat
Hampir semua orang pasti memiliki teman-teman dekat dengan satu tujuan yang sama, menjadi hebat. Meski saat ini masing-masing sedang menempuh jalan yang berbeda, tapi kesemuanya yakin pada saatnya nanti akan berkumpul di suatu tempat yang sama. Entah di mana. Yang pasti sesuatu yang luar biasa.
Dan berbagi dengan mereka walau lama tidak bersua selalu melahirkan sesuatu. Minimal kembali termotivasi untuk menghadapi apapun yang sedang sulit dihadapi.
Dulu di kampus ia bos saya, Pemred sebuah media kampus yang cukup disukai (meski kurang disegani) dan saya sebagai Redaksi Pelaksana dan Editornya. I would say it was fun, meski semua hasil yang dibuat, menurut kami, tidak pernah maksimal. We were catching up yesterday, not much but enough. Memimpin sebuah majalah film adalah salah satu mimpinya yang sebentar lagi terwujud. Ia bercerita, beberapa waktu yang lalu ia mencari partner kerja, bertanyalah ia ke beberapa orang dengan hasil, setidaknya ada 2 yang merekomendasikan saya. Keyakinannya terbukti namun ia sudah tahu jawabannya. Mimpinya yang ini bukanlah mimpi saya.
Selain mantan Bos yang tadi, masih ada satu lagi. Bulan depan teman dari kantor lama yang satu ini akan berangkat ke Belanda. Menjalankan beasiswa agar hak-hak manusia tidak terus diinjak-injak. Ia berpesan kepada saya untuk terus mengikuti kabar negara, agar nantinya bersama-sama dapat membuat negara ini lebih baik di mata dunia. Saat di mana ia menjadi Chief of Staff dan saya sebagai Communication Directornya.
Menyenangkan ternyata saya masih diakui dan punya kesempatan di luar sana. Membahagiakan karena sepertinya kami memang akan menjadi hebat.
May God Help Us.
Tuesday, April 18, 2006
Some Things About This Job
Masalah kantor selalu terbawa ke luar kantor, sepanjang waktu memikirkanya.
Namun saat masalah di luar kantor terbawa ke kantor, menjadi motivasi dan inspirasi.
[+]
Kapan dan di mana pun dapat berimajinasi tanpa khawatir apa yang dipikirkan dan tidak diberhentikan kerja karenanya.
Friday, April 07, 2006
Diriku, Dirimu, Dirinya
Setelah lama mencari
Dan bergonta-ganti
Engkau begitu bahagia
Tak akan pernah menyakiti hatinya
Berulang kali kau berjanji
Sampai kau berkata
Akan meminta ia untuk pindah agama
Karena kau ingin menikahinya
Namun untung saja
Kau belum melakukannya
Karena ada satu hal yg belum kusampaikan
Sahabatku, ia yang kau puja itu
Punya satu rahasia
Dan Rahasianya, rahasiaku…
Sahabatku, ia yang kau puja itu adalah pacarku!
Monday, March 20, 2006
The Prince Convenient with The Kings

Penelusuran lagu-lagu mellow sama Mas Sapik sepertinya sampai pada puncaknya di Sabtu, malam minggu kemarin. Kings of Convenience yang melakukannya. Petikan gitar Erlend dan Eirik begitu jernih dan tajam menusuk hati. Mengalahkan jeritan terdalam James Blunt di Goodbye My Lover dan keputusasaan Chris Isaak dalam Forever Blue.
Just a little bit of danger
When intriguingly
Our little secret
Trusts that you trust me
'Cause no one will ever know
That this was happening
from "Know-How"
If only they could see, if only they had been here
They would understand, how someone could have chosen
from "Cayman Islands"
Homesick
Cause I no longer know
What home is
from "Homesick"
Bayangkan suara bulat mereka yang menyanyikannya live di depan mata, dijamin merinding! Seperti halnya saya serta 2000 orang lebih di Upper Room, Jakarta, malam itu.
Wednesday, March 15, 2006
My Lovely Girlfriend

Name: Sarah Clarke
Birthdate: February 16th, 1972
Birthplace: St. Louis, Missouri, USA
Alias: sometimes credited as Sarah Lively
Height: 5'4" (1,63 m)
Siblings: two brothers, Preston and Swope
Relationships: intimate with Burat Pangeran (9/7/2002)
Sarah Clarke was born in St. Louis, Missouri, in 1972. She is the middle child of Ernest, a St. Louis engineer, and Carolyn, a homemaker. Her older brother, Preston, is a musician and her younger brother, Swope, works as a banker in New York.
She studied Fine Arts and Italian at Indiana University, spending her senior year in Bologna, Italy, where she also began acting. After that she returned to St. Louis and began working as an architectural photographer. She received free acting classes for taking photos of a cultural arts center.
She moved to New York and continued to study acting at Circle in the Square, also working with Robert Wilson, Axis Theatre Company and The Willow Cabin Theatre Company. She played the role of Madeline in the 24 Hour Plays production "k, x, z and y".
Her first movie role was starring in Nara Garber's short film "Pas de Deux" for which she won a CiNY Award for Outstanding Performance at the Brooklyn Film Festival.
She was the actress in the award-winning VW Jetta commercial "Synchronicity."
She made guest appearances in "Ed" and "Sex And The City", and starred in the independent film "The Accident" before landing a part in FOX's drama "24". For the part of Nina Myers she won a Golden Satellite Award for best performance by an actress in a supporting role in a drama series.
She also had a small part in the critically acclaimed movie "Thirteen" and she recently starred in "Happy Endings".
She was one of doctor House's complicated patients in the new Fox's hospital drama "House M.D.".
Tuesday, March 14, 2006
berimaginasi
1. Berimaginasi bukan mimpi, tapi cita-cita yang masih mungkin terjadi.
2. Sendiri, nggak perlu orang lain. “Hell is other people” Satre said.
3. Mengurangi emosi, karena bisa dilakuin sambil kontemplasi.
4. Tak terikat waktu dan tempat. Saat gugup 5 menit sebelum presentasi campaign baru, saya masih bisa berandai jadi ECD yang nggak peduli sama kerjaan.
5. Free! Ga kayak janji credit card yang ternyata harus bayar juga.
6. Keep the mind flowing. Itung2 latihan brainstorming meskipun memicu ADD.
7. Biar disukai ide. Entah kenapa sering aja ide tiba2 mendekat dan nempel.
8. No limitation. Dari Cuma ongkang2 kaki seharian sampe jadi white house communication director.
9. to be concluded…
Thursday, February 16, 2006
sesal
Apalagi selalu bahagia
Walau materi tercukupi
Sayang ia belum menemukan diri
Bukannya belum pernah mencoba
Ternyata belum berhasil saja
Di hari Minggu
Ia pergi tanpa pamit kepada keluarga
Overproteksi ibu
Membuatnya mencabut sendiri nyawanya
Sebuah raga
Satu nyawa
Seorang saudara
Aku kemana saja?
Monday, February 06, 2006
orang aneh
Langsung saja saya berlari sekuat tenaga dan menginjaknya sambil berteriak, BENTENG!!!! Untuk pertama kalinya dalam sejarah SD Pancoran 01 Pagi, kelas 5 menang main benteng melawan kelas 6….Keesokan harinya timbullah bisik-bisik “….iya dia tuh si Aneh, nggak pernah maen benteng tapi jago. Nggak pernah kenalan sama cewek tapi punya pacar anak DPR…” Karir sebagai pemain benteng saya sudahi saja sampai di situ….
Waktu SMP, kalau tidak salah pas kelas dua. Tiba-tiba saja sang ketua kelas terpilih menunjuk saya sebagai wakilnya (jaman dulu yang dipilih cuma ketua kelas sama sekretaris, wakil ketua kelas sama bendahara dipilih ketua dan sekretaris terpilih). Susah untuk tidak menolaknya, jadi saya iyakan. Belakangan saya tanyakan alasannya, dan jawaban sang ketua kelas: “Abis loe aneh, masak baru kelas dua SMP udah bawa mobil sendiri.” Yah mungkin maksudnya saya sepertinya bisa diberi tanggung jawab karena sudah bisa mengemudi di usia yang sangat dini. Selain itu, waktu di SMP 12 juga, ada sebuah kata aneh yang terngiang sampai sekarang, diucapkan oleh seorang sahabat: “Aneh banget sih loe, suka malah sama temennya yang kurus dan kacamataan gitu, mending sama dianya, udah cantik, jago maen basket, dan suka sama elo.”
Kalau di SMA terjadi di awal-awal masuk 82, saat perkenalan murid satu-persatu di dalam kelas. Saya Burat Pangeran dari SMP 12. NEM saya 47, 52. Wuih!!!!! Suara murid satu kelas. Wali kelas berkata, kamu nilai NEM-nya tertinggi di kelas ini. Kamu harus menjadi contoh buat yang lain. Terasa tidak enak di hati, saya menjawab: Jangan, Pak. Saya mau main. Wuaahahaha!!!Aneh! Aneh bgt ni orang! Satu kelas kembali bergemuruh. Dan terbukti saya tidak pernah ranking satu di SMA. Namun saya punya lingkaran teman yang menyenangkan, meskipun akhirnya terpisah juga karena mereka semua bersekolah di luar negeri dan kebanyakan dari mereka sampai sekarang belum kembali. Saya ditinggal sendiri di sini karena diterima di universitas negeri.
Di kuliah, saat pertama kali masuk pun sudah terasa akan menjadi sangat susah untuk beradaptasi. Dari yang di kelas ganjil nomor-nomor terakhir fikom 99’ UnPad dikira sebagai anak angkatan 98’, simply because they always saw me play with them. Sampai puncaknya pujaan hati sendiri selalu memanggilku Si Aneh (meskipun nickname ku darinya juga cukup banyak kayak Ndut atau Mr. Want to Know). Sebal juga, sering dipanggil si aneh sama orang yang (masih) saya sayang. Sebel banget. Kenapa harus dia yang bilang itu. Tapi ternyata dia cuma bercanda, karena cuma dia satu-satunya yang bisa mengerti keanehan itu…
Memasuki dunia kerja kenehan saya mendapat teman. Bekerja di stasiun TV langsung di bawah produser paling aneh yang ada di situ. Sampai anak buahnya juga banyak yang diliat aneh oleh anak buah dan bos-bos yang lain Ada yang berubah menjadi dambaan tapi ada juga yang jadi dampratan. Gak tahu saya masuk kriteria mana, tapi ada dua dari mereka yang jadi temen dekat. Tanpa banyak kata-kata, saya dan dua orang itu bermimpi bersama, mencela orang yang sama dalam waktu yang sangat lama sampai sama-sama berbagi cerita keluarga yang tidak bahagia. Suatu ketika saat kembali bertemu setelah sekian lama tak berjumpa, tak ada kata-kata yang terucap di antara kami bertiga. Masing-masing terlalu seru dengan pikirannya. Mungkin karena kami bertiga memang sama anehnya. Kurang lebih setahun selalu mendengar pertanyaan, “kok bisa sih kerja sama orang aneh gitu? Kayaknya loe sama anehnya sama dia.” Biar saja. Misi saya di sini menyelamatkan program tv mengenai periklanan satu-satunya di Indonesia saat ini, bukan menjadi orang biasa yang kerjanya cuma copy berita seperti mereka.
Di tempat kerja yang baru (gak baru juga sih, udah setahun lebih juga). Keanehan saya mendapat semakin banyak teman. Namun, dibalik bebasnya para aneh itu hidup, semuanya harus sama, sesuai dengan brief, huahaha....!!!!! Saya kembali merasa aneh. Susah masuk ke orang lain. Meski sebenernya gak boleh menganggap orang dangkal, tapi memang itu yang dirasa. Terlalu sering orang-orang itu membahas abis hal yang sudah pernah saya pikirkan. Memang sih ada yang bisa masuk dan mengerti bahasa tersirat saya, tapi sayangnya belum bisa percaya. Kadang merasa bersalah, atau takut. Takut karena mereka itu orang-orang yang suka menilai dari luarnya saja, mereka yang harus dimengerti dan malas mengerti orang lain, apalagi orang aneh seperti saya. Bersalah karena sepertinya saya tidak bisa mengalahkan kelemahan dalam bersosialisasi. Ah tapi nggak. Bukannya nggak mau bersosialisasi, cuma lebih suka berkontemplasi. Sayang aja mereka nggak ngerti. Atau mungkin belum. Cuek aja lah, capek juga terus-terusan diambil ati.
Here I am again. Being strange in the world of stranger…
